Minggu, 18 Mei 2014

Pengertian speaker

Loudspeaker/ Speaker, adalah pengubah sinyal listrik dari HU/ amplifier menjadi suara. 


belahan speaker
Berdasarkan jangkauan frekwensi yang bisa ditangkap telinga normal manusia (20~20,000 HZ), umumnya ada 5 jenis speaker, yaitu: 
1. Subwoofer (freq. sangat rendah, 20~200 HZ
2. Woofer (freq. rendah, 40~1,000 HZ).
3. Midrange (freq. tengah, 1,000~2,000 HZ).
4. Tweeter (freq. tinggi, 2,000~22,000 HZ).
5. Supertweeter (freq. sangat tinggi, > 20,000 HZ).



Note:
Subwoofer atau sering disebut BASS saja, berguna hanya untuk mengeluarkan nada rendah / bass. Dari jangkauan frekwensi terendah yang bisa dicapai sebesar 20 HZ sampai subsonic yang membuat lantai dan dada pendengar bergetar, maka subwoofer ini diyakini mampu memperbaiki kinerja woofer yang jangkauan frekwensi terendahnya hanya mencapai 40 HZ.

Woofer, atau sering disebut MIDBASS. Mampu mengeluarkan nada rendah, misal dari: gebukan dinamis bass drum, bass gitar, gong, dll. sampai suara vokal penyanyi bariton.

Midrange atau sering disebut MID saja, berguna untuk mengeluarkan nada tengah, misal dari: dentingan piano, synthesizer, gitar, electric guitar, biola, seruling, saxophone, trompet, angklung, ketukan snare drum, gendang, dll. sampai suara vokal penyanyi alto.
maracas

Tweeter, berguna untuk mengeluarkan nada tinggi berdesis-desis, misal dari: kecimpring, tamborine, ecek-ecek / maracas, hit-hat cymbal, cymbal, efect cymbal, synthesizer machines, dll.

Supertweeter atau sering hanya disebut tweeter juga, padahal beda, berguna hanya untuk mengeluarkan nada tinggi 20,000 HZ sampai ultrasonic. Dari jangkauan frekwensi tertinggi yang bisa mencapai > 85,000 HZ, maka Supertweeter ini diyakini mampu memperbaiki kinerja tweeter yang jangkauan frekwensi tertingginya hanya mencapai 22,000 HZ.


split speaker & coaxial speaker (2 way & 3 way)









Di pasaran umumnya speaker dijual dalam bentuk:
Split Speakerterdiri dari Midrange & Tweeter yang terpisah (2 way) plus X'over 2 way  atau terdiri atas: Woofer,Midrange & Tweeter (3 way) yang terpisah  plus X'over 3 way. Pembatasan jangkauan frekwensi suara pada speaker-speaker di atas, dibebankan pada Crossover atau X'over. Selain itu X'over juga berguna untuk mengurangi timbulnya fasa akibat dari adanya jarak antara woofer, midrange dan tweeter saat pemasangannya, sehingga suara yang keluar diharapkan masih tetap alami.
Coaxial speaker, terdiri dari Midrange & Tweeter yang menyatu (2 way), tanpa X'over  atau terdiri atas: Woofer,Midrange & Tweeter yang menyatu (3 way), tanpa X'over. Penyatuan midrange dan tweeter (2way) atau penyatuan woofer, midrange dan tweeter (3way) dalam satu sumbu membuat suara yang dikeluarkan tetap alami, jadi tidak diperlukan X'over lagi.

Untuk mengatur suara-suara tertentu yang ingin ditonjolkan, misal: suara dentingan piano, suara saxophone, dll., maka tugas ini dibebankan pada Equalizer. Paling sederhana berupa setelan suara Bass dan Treble doang. Yang lebih advanced, maka demi untuk penghematan ruang oleh pabrikan sengaja dibentuk dalam paket: JASS, ROCK, DANGDUT, TECHNO, MATRIX, 3D SURROUND, DTS, dsb. Jadi equalizer yang berbentuk papan geser manual sudah jarang dijumpai, meskipun hal ini sangat penting bagi penikmat SQ apalagi yang beraliran audiophile.
DSP (Digital Sound Processor), atau dikenal dengan surround sound, adalah untuk menimbulkan efek suara 3D yang mantap dan menggelegar habeeezzz.
Di pasaran dikenal subwoofer dengan single voice coil (SVC) atau umum disebut single coil dan double voice coil (DVC) atau umum disebut double coil saja.
Apabila Anda tidak terlalu suka dengan musik "hura-hura", macam orang jedag-jedug di siang bolong sibuk gebugin kasur, yaitu: Dance, House, R&B, Hip Hop, dll., maka pemakaian subwoofer / woofer single coil ini sudah cukup mumpuni. Akan tetapi bila Anda menyukai semua jenis musik, termasuk yang "hura-hura",  maka pemakaian subwoofer / woofer double coil yang harganya lebih mahal ini, akan lebih sanggup memenuhi tuntutan selera musik Anda.
DVC memiliki dua coil yang bisa dihubungkan seri, untuk musik "adem" atau bermain pada SQ dandihubungkan paralel, untuk musik "panas" atau baik bermain SQL maupun SPL, agar tendangan dari amplifier ke subwoofer makin responsif dan powerfull.


Sumber : audiomodif.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar